Prosedur Pengiriman Mobil Melalui Jalur Darat

ekspedisi mobil

Prosedur Pengiriman Mobil Melalui Jalur Darat

    Tingkat persaingan di dunia Jasa Pengiriman Mobil yang begitu tinggi, membuat perusahaan harus bekerja keras untuk mampu menjadi Perusahaan  Jasa Pengiriman Mobil yang berorientasi kepada profesionalitas dan kepuasan konsumen di Indonesia. Berbagai strategi usaha terus dijalankan dalam menghadapi tantangan global, salah satunya dilakukan melalui pengembangan produk (product inovation) dengan berbagai macam produk dan jasa yang ditawarkan atas dasar kebutuhan pelanggan yaitu model pengiriman via ( Truck Car Carrier, Truck Car Towing, Self Drive, Kapal Roro dan Pesawat terbang ).

   Fokus dari artikel ini adalah untuk mengetahui prosedur pengiriman mobil melalui jalur pengiriman darat yaitu via car carrier, car towing dan self drive.

  1. Via truck car carrier

Setelah proses administrasi booking sudah disepakati, mobil yang akan dikirim oleh konsumen di jemput oleh supir langsir dari tempat konsumen ke lokasi carpool, proses selanjutnya mobil diangkut dan dikirim menggunakan truck car carrier ke carpool lokasi kota tujuan, sesampainya di carpool lokasi kota tujuan mobil akan di kirim oleh supir langsir ke alamat tujuan yang sudah disepakati.

  • Via truck car towing

Setelah proses administrasi booking sudah disepakati, mobil yang akan dikirim oleh konsumen di jemput oleh truck car towing dari tempat konsumen, proses selanjutnya mobil diangkut menggunakan truck car towing untuk dikirim ke alamat  lokasi kota tujuan.   

Dimana untuk pengiriman via truck car towing dan truck car carrier armada kami dilengkapi oleh system GPS (Global Positioning System), dimana alat tersebut dipasang pada armada pengiriman, di pasang di atas supir truk, setiap truknya dipasang satu buah GPS. Kegunaan GPS (Global Positioning System) pada perusahaan jasa pengiriman mobil ini adalah untuk memantau, melacak, dan mengecek lokasi satelite untuk mendapatkan sinyalnya atau mengetahui keberadaan suatu  armada. Dasar kerja GPS (Global Positioning System) yaitu Global Positioning System harus memiliki setidaknya 3 satelit untuk hitung posisi 2D dan pergerakannya, dengan 4 satellites, Global Positioning System kita dapat menghitung posisi 3D position (latitude, longitude & ketinggian), dengan informasi posisi, Global Positioning System dapat menghitung data lain seperti : kecepatan, arah, lintasan, jarak tempuh, jarak ke tujuan, matahari terbit & terbenam dan lain-lain. Global Positioning System umumnya memiliki 12 chanel secara parallel. Signal Global Positioning System ada 2 signal L1 & L2 L1 bekerja pada frequency 1575 MHz pada gelombang UHF band. Bergerak langsung lurus (line of sight) menembus awan, kaca dan plastik, yang menghambat transmisinya ialah objek padat seperti : gedung, pohon, gunung, dan lain-lain. Adapun prosedur operasional dan perawatan Global Positioning System yaitu umumnya Global Positioning System ada berbagai macam kegunaan, mulai dari handheld, Global Positioning System genggam, Penerbangan, kelautan, serta geologi yang memiliki keakuratan cukup tinggi. Pada umumnya semua Global Positioning System memiliki fungsi seperti computer, karena ada input, proses dan output, bahkan beberapa prosesor menggunakan Intel sebagai otak atau fungsi hitungnya. Saat Global Positioning System ditemukan, Aquiringnya (menangkap satelit signal) membutuhkan waktu yang cukup lama, atau Global Positioning System baru yang sudah berpindah tempat jauh dan sudah sangat lama tidak dinyalakan membutuhkan waktu sampai puluhan menit, umumnya 10 s/d 15 menit untuk produk baru, sedang untuk yang sudah dinyalakan bisa ditekan disekitar 2 s/d 3 menit, tergantung jenisnya, dan tekniknya, biasanya memberikan autolocate membutuhkan waktu yang lebih lama dari pada didefinisikan posisinya, atau di recycle matikan dan nyalakan lagi. Kadang dengan menggerakan posisi untuk mencapai posisi antenna yang optimal dapat mempercepat proses. Ada yang menyulitkan jika di dalam mobil menggunakan kaca film yang menggunakan UV protective yang tinggi. Adapun perawatan atau trouble shoting Global Positioning System yaitu terjadi 2 kemungkinan, software atau hardware; dalam software biasanya ada bugs atau komando yang tidak sesuai dengan yang direncanakan, sedangkan untuk hardware biasanya battery connector jika menyimpan baterai pada suatu kurun yang lama sehingga terjadi pengembunan atau penguapan yang dapat menyebabkan korosi (bad Contact) atau jika spring / per pada baterai kurang kuat akan mematikan Global Positioning System saat terkena guncangan, dan jika sering terjadi maka instant power ON & OFF akan memperpendek usia Global Positioning System. PERINGATAN: Jangan lupa melepas baterei jika tidak digunakan dalam periode waktu yang lama. Adapun prosedur operasional Global Positioning System yaitu setelah menyalakan Global Positioning System aspek utilisasi lainnya tergantung pemakai, dari operasional Global Positioning System yang sangat optimal dapat dirasakan pada bidang penerbangan karena selain fungsi lateral ada fungsi vertical, dimana fungsi vertical yang digunakan antara lain untuk menentukan kapan pesawat harus menurunkan ketinggian dengan rate of descent yang tidak menyakitkan kuping misalnya dibawah 500ft/min. Penggunaan Global Positioning System bagi perusahaan sangat bermanfaat dan membantu, khususnya dalam mencari jejak barang kiriman yang telah diantar atau belum sampai ke tujuan atau penerima. Penggunaan Global Positioning System sangat mudah dan tidak beresiko, karena pemasangannya sangat mudah, perawatan mudah, biaya murah, efisien, praktis dalam melacak dan memantau barang kiriman dari jarak dekat maupun jauh tanpa harus menelpon.

  1. Via self drive

Setelah proses administrasi booking sudah disepakati, mobil yang akan dikirim oleh konsumen di jemput oleh supir dari tempat konsumen, proses selanjutnya mobil akan dikirim oleh supir ke alamat  lokasi kota tujuan.    Memasuki era globalisasi yang penuh dengan persaingan, tidak hanya secara domestik melainkan juga internasional, membuat organisasi atau perusahaan berusaha terus-menerus mencari cara untuk membuat atau menghasilkan kualitas layanan terhadap konsumen. Tidak hanya dari sisi inovasi, tetapi juga cara pelayanan yang diberikan kepada konsumen juga perlu diperhatikan, yaitu pelanggan harus merasa puas dan terlayani dengan layanan terbaik oleh kru-kru yang professional dan berpengalaman di bidangnya masing-masing.

   Persaingan dalam segala sektor bidang sangat membutuhkan kemampuan manajerial yang kuat dan dapat diandalkan. Kegiatan operasional yang handal akan dapat menghadapi segala tantangan yang semakin bersaing. Kegiatan operasional yang matang akan dapat memajukan pelayanan secara tepat waktu dan efisien. Kualitas dan kepuasan konsumen merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan. Kualitas akan memberikan dorongan bagi konsumen untuk menjadi suatu ikatan yang kuat dengan organisasi perusahaan.

   Saat jangka panjang ikatan ini akan memungkinkan perusahaan untuk memahami harapan konsumen serta kebutuhan konsumen. Perusahaan mampu memenuhi dan menjawab segala kebutuhan dalam kondisi apapun secara tepat waktu dan efisien. Kegiatan operasional dapat berhubungan dengan bisnis ekspedisi mobil yang mempunyai fungsi strategik mengelola aliran efisien dan penyimpanan sejumlah mobil di carpool dalam proses dari titik awal sampai ke lokasi pengiriman. Pendukung fungsi logistik bisa dari rantai hubungan dari semua kesatuan bisnis, baik internal maupun eksternal ke perusahaan.

   Menggabungkan semua aktifitas logistik yang berhubungan dengan perpindahan mobil dari mulai konsumen, carpool, pengiriman, dan sampai ke konsumen akhir. Ini meliputi pencarian dan pengadaan sumber daya, proses pemesanan (booking), transportasi, carpool, jadwal pengiriman. Proses perpindahan dan carpool harus didukung oleh aliran informasi yang terintegrasi mulai dari awal proses hingga akhir mobil diterima oleh konsumen di alamat kota tujuan.

   Pembahasan selanjutnya adalah prosedur pengiriman kendaraan. Proses pemesanan (booking), proses pickup, proses ceklist dan dokumetasi, proses delivery, proses serah terima, proses pelacakan pengiriman barang ( Tracking ) adalah pelacakan jejak, seperti pengecekan lokasi satelite untuk mendapatkan sinyalnya, atau mengetahui keberadaan suatu barang kiriman. Adapun urutan kegiatan – kegiatan proses pengiriman meliputi :

1. Pemesanan ( booking ) adalah proses untuk menentukan alamat dan tanggal penjemputan, alamat pengiriman, jenis kendaraan yang akan dikirim, model pengiriman termasuk harga pengirimannya.

 2. Pickup (penjemputan) adalah proses penjemputan kendaraan sesuai dengan model pengiriman yang sudah disepakati.

 3. Ceklist dan dokumentasi adalah proses pengisian form ceklist dan dokumentasi foto foto kendaraan yang akan dikirim, dimana ceklist tersebut meliputi kondisi interior, ekterior dan kelengkapan kendaraan termasuk surat-surat kendaraan. Proses ini dilakukan oleh petugas yang akan menjemput kendaraan.

 4. Delivery adalah proses pengiriman kendaraan  yang sudah terdaftar dalam manifest booking, yang kemudian dikirim sesuai dengan alamat kota tujuan.

5. Serah terima adalah proses penyerahan kendaraan kepada pihak konsumen di alamat kota tujuan dengan melampirkan form ceklist dan foto foto pada saat proses pickup ( penjemputan ) kendaraan.

Kegiatan kegiatan tersebut dapat bersinergi dan di kelola dengan baik oleh karena beberapa faktor diantaranya adalah :

1. Manajemen Operasional, Manajemen operasional dalam prosesnya berhubungan dengan sumber daya manusia, kendaraan operasioanal, perencanaan, pengawasan dan pengorganisasian dari sumber-sumber  konsumen  sehingga dapat mempertemukan keinginan konsumen dan tujuan organisasi.  Tujuan dari organisasi dalam kaitannya dengan manajemen operasional adalah untuk mengatur dan mengkombinasikan faktor produksi yang berupa sumber daya dan bahan agar dapat meningkatkan produktifitas dan kegunaannya dari barang atau jasa secara efektif dan efisien. Hal ini sesuai dengan fungsi manajemen yaitu menetapkan keputusan tentang kegiatan apa yang harus dilakukan, kapan, dimana dan siapa yang melakukan kegiatan tersebut, demi mencapai tujuan organisasi baik dalam

2. Faktor Sumber Daya Manusia Semua karyawan perusahaan memiliki peranan yang sangat penting, baik mulai dari Driver, Admin, sampai Branch Manager. Bila salah satu fungsi ini tidak dapat berjalan dengan baik maka dapat dipastikan proses kerja tidak dapat berjalan dengan lancar. Bahkan perusahaan semodern apapun dalam penggunaan peralatan dan mesin tetap membutuhkan tenaga kerja manusia untuk mengoperasikannya.

3. Faktor Pemasaran perusahaan merupakan roda penggerak dengan menggunakan sistem jemput bola. Ini berarti melakukan proses pengiriman kendaraan dari pelanggan ( pelanggan cukup telepon atau via Whatsapp ) maka kami  akan menjemput  kendaraan tersebut ke alamat pengiriman ke daerah tujuan sesuai dengan manifest. Proses pemasaran yang dapat dilakukan antara lain dengan website.

   Jadi untuk jasa pengiriman kendaraan kesayangan anda silahkan percayakan kepada kami Ekspedisimobil.com.

Terima kasih.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Open chat
Terima Kasih,
Telah berkunjung di ekspedisimobil.com
Ada yang bisa kami bantu, Silakan Chat kami disini ?